800×120
800×120
800×120
800×120

MEMBANGGAKAN!!! Bontang Kuala Juara Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2016

BONTANG – Kota Taman patut berbangga. Bontang Kuala menjadi juara pertama dalam Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2016. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Lurah Bontang Kuala Eko Mashudi, 15 Agustus lalu.

Banjir pujian pun datang. Salah satunya dari ketua Kerukunan Keluarga Besar Asli Bontang (KKBAB), Drs H Syaiful Anwar AH MM. Pengusaha asli Bontang Kuala mengucapkan selamat atas prestasi membanggakan tersebut. Dia berharap, prestasi tersebut dapat dipertahankan di tahun-tahun berikutnya.

“KKBAB mengucapkan selamat dan sukses atas juara nasional yang diraih Bontang Kuala. Semoga tahun yang akan datang terpilih lagi seperti ini,” kata bos PT Zebra Suryah itu, Rabu (17/8).

Dia pun mengapresiasi Lurah Bontang Kuala, Eko Mashudi yang telah berjuang, dan mampu mengajak masyarakat Bontang Kuala untuk membuat perubahan. “Selamat Pak Eko Mashudi, yang berjuang ke arah ini. Semoga Allah senantiasa memberkati hasil karya kerja ini. Amin,” katanya.

Senada diungkapkan Babinkamtibmas Bontang Kuala, Bripka Andi Gisman. Menurutnya, prestasi itu menjadi pelecut bagi seluruh masyarakat setempat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. “Prestasi ini harus dijadikan motivasi, agar ke depan banyak prestasi diraih Bontang Kuala,” katanya.

Sebagai informasi, penghargaan itu diumumkan dalam Temu Karya Nasional dalam rangka evaluasi perkembangan desa dan kelurahan. Di mana tema yang diambil adalah:Melalui Perlombaan Desa dan Kelurahan serta Temu Karya Nasional Tahun 2016 Sebagai Puncak dari Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, Mari dengan Semangat Kerja, Kerja, dan Kerja, Kita Wujudkan Desa dan Kelurahan yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera.

Penghargaan tersebut diraih setelah Bontang Kuala menjadi juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Kaltim.

Sementara Eko menyampaikan, Kelurahan Bontang Kuala lolos tahapan mulai dari seleksi kecamatan, tingkat kota, hingga tingkat provinsi pada tahun 2015 lalu. Lomba Kelurahan Tingkat Nasional tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Dia menambahkan, terdapat 72 indikator penilaian, dari yang sebelumnya hanya 34. “Mereka meliputi tiga bidang, di antaranya pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan,” jelas Eko.

Dari segi pemerintahan, dijelaskan Eko meliputi sarana-prasarana kantor, kapasitas masyarakat, dan swadaya gotong-royong serta lembaga adat. Untuk penilaian pun, Eko mengaku tak mengetahui karena menjadi rahasia bagi tim juri.

Eko beserta istrinya, Dewi Wahyuni mendapat gelar Kelurahan serta PKK terbaik. Posisi dua diraih oleh Kelurahan Montaro Polewari Mandar Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), serta peringkat ketiga diraih oleh  Kelurahan Labukang Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tahapan yang dilalui pun tak sedikit, mulai dari seleksi berkas termasuk renstra, klarifikasi lapangan masuk dalam presentasi pertama, kemudian presentasi kedua di depan para Sekjen dan Dirjen Kemendagri. Presentasi kedua diberi waktu 1 jam, 15 menit presentasi, 45 menit sesi tanya jawab.

Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak tak ada kendala saat presentasi, tetapi hasil presentasi kami mendapat banyak masukan sehingga bisa berevaluasi terhadap kondisi lingkungan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, hasil dari sesi tanya jawab pun, pihaknya bisa mengadaptasikan program prioritas yang dilaksanakan oleh Kemendagri nanti. “Kita bisa adaptasikan, evaluasi serta sosialisasikan ke teman-teman lurah lainnya mengenai program terbaru Kemendagri,” imbuhnya.

Penilaian bukan hanya pada kelurahan, PKK Kelurahan pun dinilai, karena ketua PKK Kelurahan Bontang Kuala yang tak lain adalah istri tercintanya, juga ikut presentasi. Kebetulan, sambungnya, istri dari Kemendagri merupakan dokter, sehingga yang banyak diterapkan di bidang kesehatan seperti Posyandu dan Kelurahan Siaga. PKK Bontang Kuala sendiri sudah menerapkan hal itu.

Eko menyampaikan rasa bersyukurnya karena atas izin Allah segala sesuatunya bisa dimudahkan. Meskipun dirinya tak menampik, cukup berat untuk mengadaptasikan Permendagri tersebut.

Eko juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Wali Kota Bontang, Wakil Wali Kota Bontang, seluruh SKPD, masyarakat Bontang Kuala, masyarakat se-Kaltim, juga kawan-kawan jurnalis yang banyak memberikan masukan penting bagi Bontang Kuala.

“Terima kasih banyak atas dukungan dan saran dari semua pihak, “ ucapnya.

Dia berharap, kemenangan tersebut bukan menjadi titik akhir dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, melainkan titik awal memberikan pelayanan ke masyarakat. “Seperti yang disampaikan Kemendagri, negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, karena ujung tombaknya merupakan kelurahan dan desa, maka jika baik tata kelola kelurahan dan desanya, maka akan baik juga terhadap seluruh elemen lainnya,” katanya.

Menurutnya, ke depannya tentu jadi tantangan berat bagi kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (mga/gun)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *